MATA

Mata adalah salah satu indera manusia yang berfungsi jika mendapat bantuan cahaya yang optimal, oleh karena itu mata sering disebut organ yang mendeteksi cahaya dan termasuk salah satu alat optic alamiah. Cara kerja mata yang paling sedehana hanya membedakan terang dan gelap, namun fungsi lebih kompleksnya untuk membedakan intensitas warna yang berbeda memberikan pengertian visual.

Bagian-bagian mata :
Mata adalah alat indra kita yang berfungsi untuk melihat. Bola mata memiliki diameter kurang lebih 2,5 cm. Kita memiliki 2 buah mata agar kita dapat melihat benda dengan tiga dimensi dan juga kita dapat menentukan letak suatu benda tanpa mengukurnya. Inilah struktur dari mata kita :

•    Kornea
Kornea atau selaput bening adalah bagian bolamata yang terletak paling depan dan tembus pandang. Sifat tembus pandang (transparan) ini memungkinkan cahaya untuk masuk dan mencapai layar yang berisi sel-sel penerima cahaya dalam bolamata. Sisi luar kornea dilapisi oleh air mata, sedangkan sisi dalamnya terdapat cairan akueous. Kornea berfungsi untuk melindungi mata serta melakukan pembiasan pada lensa mata. Kornea juga berfungsi menerima seluruh cahaya yang masuk ke mata.
•    Iris
Iris merupakan bagian mata yang mengatur besar-kesilnya pupil. Iris juga memberi warna pada mata seperti hitam dan coklat untuk orang asia, biru dan hijau untuk orang eropa .
•    Pupil
Pupil adalah lubang kecil di tengah iris yang berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk kedalam bola mata. Bila cahaya terlalu terang, pupil akan mengecil, dan sebaliknya bila cahaya kurang (gelap) pupil akan membesar. Besar-kecilnya pupil dibentuk oleh iris
•    Lensa mata
Lensa mata berfungsi untuk membentuk bayangan pada retina. Bayangan yang terbentuk harus tepat pada retina sehingga dapat terlihat dengan jelas. Untuk mengatur agar bayangan selalu jatuh pada retina, lensa dapat menebal dan menipis disesuaikan dengan jarak benda terhadap mata. Bayangan yang terbentuk pada retina bersifat nyata, terbalik diperkecil.
•    Otot akomodasi
Otot akomodasi berfungsi menarik dan mendorng lensa mata sehingga lensa mata dapat menebal dan menipis.
•    Retina
Retina merupakan layar pada mata untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Retina adalah bagian mata yang peka terhadap cahaya.
•    Bintik kuning
Bintik kuning merupakan bagian yang paling peka terhadap cahaya. Bila bayangan suatu benda jatuh pada bintik kuning  benda akan terlihat sangat jelas.
•    Bintik buta
Bintik buta merupakan bagian yang tidak peka terhadap cahaya. Bila bayangan suatu benda  jatuh tepat di bintik buta, maka benda tidak terlihat oleh mata.
•    Syaraf mata
Syaraf mata berfungsi membawa sinyal-sinyal gambar yang dihasilkan oleh mata ke otak.


CARA KERJA
Ternyata mata kita ini ketika melihat juga ada proses-proses yang harus dilewati sehingga ketika kita melihat benda bias terlihat jelas. Cara kerja mata kita mirip kamera yang digunakan untuk memotret. Ketika cahaya yang dipantulkan oleh benda yang kita lihat masuk ke mata melalui kornea dan mengalami pembiasan. Dari kornea, cahaya yang dipantulkan oleh benda akan diteruskan ke retina. Pada mata kita terdapat 2 jenis otot mata yang melingkari retina, yaitu otot silinder dan otot radikal. Otot silinder berfungsi untuk menekan retina dan menjadikannya lebih tebal. Otot radikal berfungsi untuk menarik retina agar menjadi tipis.

Ketika kita melihat objek yang berdekatan, otot silinder akan menekan dan otot radikal akan mengembang. Ini menjadikan retina lebih tebal dan lebih dekat dengan penerima. Ketika kita melihat objek yang berjauhan, otot radikal akan mengembang, sehingga retina lebih tipis dan menjauhi dari penerima. Menebal dan menipisnya retina ini menjadikan objek yang kita lihat dapat difokuskan dan jatuh tepat di pada bintik kuning.

Pada mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh tepat pada bintik kuning. Namun pada mata minus, maka bayang-bayang akan jatuh sebelum bintik kuning, dan pada mata plus bayang-bayang akan jatuh setelah bintik kuning.

Ternyata mata juga mempunyai apa yang dimaksud daya akomodasi mata. Definisi daya akomodasi adalah kemampuan mata untuk mencembungkan atau memipihkan lensa mata. Pada proses melihat, lensa mata akan cembung jika melihat benda yang dekat dan akan memipih jika melihat benda yang jauh. Hal ini sebenarnya adalah usaha menempatkan bayangan yang dilihat agar tepat pada retina sehingga dapat jelas.

Kekuatan lensa mata dalam akomodasi sendiri dinyatakan dalam satuan dioptri, yang dapat diukur dengan kartu akomodasi yang mempunyai garis tegak tunggal ukuran 0,2 x 3 mm. tes dicoba dengan meletakkan kartu di depan mata, kemudian membiarkan mata melihat kartu tersebut sampai batas kabur. Misalkan jarak memandang kartu tersebut sampai kabur adalah 20 cm, maka daya akomodasi mata adalah 100/20 = 5 dioptri. Seiring bertambah umur mata kekuatan mata dalam berakomodasi semakin berkurang. Ini berimbas pada cepat lelah dalam membaca.

Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :
1.    titik dekat mata disebut juga punctum proximum merupakan titik terdekat yang mampu dilihat mata dengan jelas. Pada saat mata melihat benda yang dekat jaraknya maka mata dapat dikatakan berakomodasi maksimum. itik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.
2.    titik jauh mata disebut juga punctum remotum adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah tak terhingga.
 

CACAT MATA
Dalam penjelasan mengenai daya akomodasi mata tadi disebutkan bahwa mata mempunyai titk jauh tak terhingga dan titik dekat 25 cm, namun hal itu hanya berlaku pada orang yang mempunyai mata normal. Bagaimana dengan orang yang mempunyai cacat mata? Apakah mempunyai titik dekat dan titik jauh yang sama dengan mata normal? Apakah cara kerja matanya juga sama? Untuk lebih lanjut mari kita bahas satu per satu.
Cacat mata pada orang dibedakan menjadi tiga yaitu rabun jauh(miopi), rabun dekat (hipermetropi) dan mata tua (presbiopi). Selain ketiga cacat mata tadi masih ada juga cacat mata lain yaitu astigmatisme.

1.    Myopi (Rabun Jauh)
Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga). Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.


Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.


Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

2.    Hipermetropi (Rabun Dekat)
Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).

Hal-hal yang menyebabkan mata rabun jauh adalah :
1. Belajar dalam cahaya yang kurang terang.
2. Menonton televisi dengan jarak yang cukup dekat

3. Sering membaca sambil tiduran
4. Sering berada di depan komputer dengan pantulan cahaya yang cukup signifikan
5. Kurang istirahat, kurang tidur

6. Kurangnya asupan vitamin A
7. Kurangnya oksigen yang masuk melalui tiap urat syaraf
8. Kornea mata yang cukup merasa lelah karena padatnya rutinitas
9. Faktor keturunan
10. Sering begadang .

Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.


3.    Presbiopi (Mata Tua)
Presbiopi adalah cacat mata yang menyebabkan seseorang tidak dapat melihat benda baik pada jarak jauh maupun jarak dekat. Titik dekat penderita akan bertambah dan titik jauhnya berkurang.
Presbiopi disebabkan karena keadan fisik lensa mata sudah tidak dapat memipih dan mencembung atau tidak dapat berakomodasi seoptimal mungkin, sehingga bila melihat benda pada jarak jauh, bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di depan retina.namun bila melihat benda pada jarak dekat, bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di belakang retina. Mata presbiopi dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap yaitu lensa negatif berada di atas dan lensa positifnya di bagian bawah.

Faktor- faktor yang menyebabkan rabun dekat
1. Faktor usia. Merupakan faktor utama yang membuat mata mengalami gangguan tidak dapat melihat, membaca dalam jarak yang cukup dekat
2. Jika membaca dalam jarak yang cukup dekat dengan objek. Objek atau benda seperti terlihat besar
3. Sebaliknya dengan rabun jauh. Seseorang yang teridentifikasi rabun dekat, mampu melihat objek atau benda jarak jauh dengan cukup jelas, hal ini disebabkan oleh retina dan kornea yang merupakan jaringan syaraf yang paling penting pada mata untuk menerima cahaya yang masuk.

4.    Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Kelainan refraksi ini bisa mengenai siapa saja tanpa peduli status sosial, umur dan jenis kelamin.
Bola mata dalam keadaan normal berbentuk seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina (area sensitif mata). Pada orang astigmatisme, bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Disamping itu, bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.

Apa yang menyebabkan astigmatisme?
Astigmatisme umumnya diturunkan dan sering muncul sejak anak anak. Selain itu, astigmatisme juga bisa disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kornea, kebiasaan membaca yang buruk dan kebiasaan menggunakan mata untuk melihat objek yang terlalu dekat.

Apa saja keluhan penderita astigmatisme?
Penderita astigmatisme yang belum diobati akan sering mengeluh sakit kepala, kelelahan pada mata dan kabur saat melihat benda berjarak dekat maupun jauh. Jika mengalami gejala tersebut dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya anda segera ke dokter mata untuk melihat kemungkinan terjadinya astigmatisme.

Bagaimana mengobati astigmatisme?
Hampir semua derajat astigmatisme dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Pada penderita derajat ringan bahkan tidak memerlukan koreksi sama sekali selama astigmatisme itu tidak disertai dengan rabun jauh atau rabun dekat. Kaca mata untuk penderita astigmatisme menggunakan lensa silinder. Pilihan lain untuk mengobati astigmatisme adalah dengan operasi, namun tindakan ini sangat terggantung dari kondisi pasien. Operasi dilakukan dengan menggunakan laser untuk memperbaiki lengkung kornea.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.